Selasa, 19 November 2013

Pahlawanku dan Pahlawan Desaku



Assalamualaikum Wr Wb
Apakabar semuanya,pasti baik-baik ajakan,wah kayaknya saya udah lama ni enggak posting-posting,pasti pada kangen kan,hehe....okok,pada postingan kali ini,saya akan membahaas tentang Pahlawan massa kini,pengen tau gak saya akan membahas siapa,hehe,,pengen taukan,ini dia jeng-jeng,pahalwan nya adalah Kakek ku,mari saya kenalakan dengan kakek saya

           


















Kakek saya lahir dari kalangan keluarga sederhana,kakek saya lahir dari pasangan
Bapak Ahmad Tohir(almrhum),dan Ibu Banem(almarhumah).ini adalah biodata kakek saya :
Nama                          : H. Sumar
Tempat tanggal lahir  : Purworejo, 14 Agustus 1945
Riwayat pendidikan :
            Kakek saya dulu bersekola dasar di SR(Sekolah Rakyat),mulai masuk sekolah pada tahun 1953 dan lulus pada tahun 1959, setelah lulus dari Sekolah Rakyat Bliau melanjutkan sekolah di SMP Marhainis awal masuk pada tahun 1960 dan lulus pada tahun 1963,setelah lulus dari SMP,Bliau menganggur selama sekitar 1 thn, setelah bosan menganggur akhirnya pada tanggal 25 september 1964, bliau berangkat bersama teman-temannya menuju ke Sumatera tepatnya di daerah pagar alam,disana bliau menetap selama 4 bulan, pada bulan januari 1965 bliau berangkat menuju ke daerah Blitang, tepatnya di desa karang binangun.
            Setelah di Desa karang binangun kurang lebih 1 tahun tepatnya pada tahun 1966 bliau bersama teman-temannya berjuang bersama untuk mendirikan SD Negri Persiapan yang dibantu oleh masyarakat setempat dan selesai pada tahun 1973,berkat bliau setalah SD Negeri Persiapan ini selesai masyarakat jadi bisa menempuh pendidikan yang lebih baik, bliau juga sempat bekerja disna sebagai guru honorer.ini lah beberapa foto SD Negri yang sekarang :

           




Pada tahun 1973 bliau melanjutkan Pendidikannya di KPG(Kursus Kependidikan Guru) Palembang pada tahun 1973 sampai dengan 1975. dan kuliah D2  Di Universitas Terbuka dari tahun 1998.
            Riwayat pendidikan  :
Pada tahun 1976 bliau diangkat menjadi PNS di SD Negri Sumber Jaya sampai tahun 1984
Dari tahun 1984 di mutasi ke SD Negri Ploso Rejo sampai tahun 1990
Dari tahun 1990 bliau diangkat Menjadi Kepala Sekolah di SD Negri Nusa Maju saampai tahun 2001 
  Dari tahun 2001 bliau di mutasi lagi ke SD Negri Karang Sari sampai tahun 2006
Nah setelah tahun 2006 bliau akhirnya memutuskan untuk pensiun dan berniat untuk beristirahat/bekerja di sawah sekedar untuk membantu anak-anaknya.
Teman-teman sampai sekarangpun SD Negri yang di didirikan bliau pun masih ada hingga sekarang bahkan sekarang  murid-muridnya semakin banyak dan sekarang nama SD itu adalah SD Negri Karang Binangun, namun banyak dari orang-orang di desa saya tidak mengetahui jasa bliau dalam mendirikan SD Negri tersebut,namun bliau tak pernah marah,bliau juga tidak pernah mengungkit-ungkit masalah itu/menceritakannya pada orang lain,bliau memang teladan yang patut di contoh ya teman-teman,...
            Nah teman-teman itulah Pahlawanku dan Pahlawan Desaku,semoga teman-teman bisa mengambil sisi positifnya dari postingan saya kali ini,maaf jikalau saya ada salah-salah kata dalam postingan kali ini,saya meminta maaf yang sebesar-besarnya.
Wassalamualaikum Wr Wb


sumber : Terinspirasi dari perjalanan kaekku dan dari pemikiranku sendiri

Rabu, 30 Oktober 2013

Bulan Bahasa



   


 Sekedar mengingatkan, di Indonesia pada bulan Oktober ditetapkan sebagai bulan Bahasa. Banyak orang yang belum tahu tentang hal ini –saya pun baru mengetahui setelah kuliah di jurusan Bahasa dan Satra Indonesia – Penetapan sebagai bulan Bahasa didasarkan pada Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang  menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa Indonesia.
Umumnya kegiatan dan peringatan bulan bahasa  hanya diperingati/dilaksanakan sebagian bangsa Indonesia, terutama kalangan akademis atau pemerhati bahasa Indonesia, dengan mengadakan kegiatan semacam lomba baca puisi, pidato, seminar, workshop, dan sebagainya.
Bahasa mencerminkan Bangsa
Kenyataan sekarang, lunturnya rasa bangga terhadap bahasa Indonesia diwujudkan melalui tulisan, percakapan yang semakin jauh dengan kaidah-kaidah Bahasa Indonesia. Kebanggaan terhadap kemampuan bahasa asing melebihi Bahasa Nasional sendiri. Terbukti lagi pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah merupakan momok yang ditakuti dan mendapat nilai di bawah rata-rata. Secara tidak langsung bahasa lisan atau tulis dapat menggambarkan kondisi bangsa saat ini.
Bulan Bahasa Sekolah
Sudah saatnya pemerintah memperhatikan Bulan Bahasa di Bulan Oktober ini. Perlu ada semacam perubahan kurikulum atau aturan yang mempertegas pelaksanaan kegiatan di Bulan Bahasa. Pendidikan Sekolah mulai PAUD sampai SMA dan perguruan tinggi sebagai salah satu sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tempat yang paling efektif untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap Bahasa Indonesia. Melalui kegiatan yang atraktif, menarik dan melibatkan semua pihak untuk belajar bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku.